Dunia yang kita tempati hari ini ditandai oleh percepatan dan intensifikasi hubungan lintas batas negara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Globalisasi, sebagai sebuah proses multifaset, telah menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan manusia, tidak terkecuali ranah kebudayaan. Arus informasi, ide, produk, dan manusia yang bergerak tanpa henti telah menciptakan sebuah arena global di mana berbagai ekspresi budaya bertemu, bersaing, dan berbaur. Di tengah pusaran dinamika tersebut, budaya lokal dihadapkan pada sebuah pilihan eksistensial: bertahan dengan mengisolasi diri, beradaptasi dengan risiko kehilangan otentitas, atau justru menemukan cara-cara kreatif untuk merevitalisasi diri.
Buku Budaya di Persimpangan Jalan: Dialektika Lokal dan Global di Abad ke-21 ini dirancang sebagai panduan akademis untuk menavigasi medan yang kompleks tersebut. Fokus utama buku ini adalah membongkar asumsi-asumsi sederhana mengenai globalisasi sebagai proses penyeragaman (homogenisasi) total. Sebaliknya, kami mengajak pembaca untuk melihat interaksi ini sebagai sebuah dialektika yang penuh ketegangan, di mana budaya lokal tidak semata-mata menjadi korban pasif, tetapi juga agen aktif yang melakukan resistensi, negosiasi, dan hibridisasi. Proses ini melahirkan fenomena-fenomena baru yang menarik untuk dikaji, mulai dari "glokalisasi" hingga pembentukan identitas-identitas hibrida yang cair.
de'slem
| Ukuran | 15.00 x 23.00 |
| Halaman | 403 |
| Tahun Terbit | 2026 |
| Penulis | Dr.Made Jayantara,SH.,MH.,MAP.,CLA |
| Penerbit | Elementa Media Literasi |
| ISBN | 978-634-313-057-4 |
| e-ISBN | 978-634-313-058-1 |